Thứ Hai, 1 tháng 8, 2011

Google+; 3 Alasan Saya Menyukainya

Google+ hadir saat Facebook kukuh di kisaran angka 700 juta pengguna di seluruh dunia.  Terlambat? Sepertinya tidak. Fakta hari ini menunjukkan pengguna Google+ telah mencapai 20 juta hanya dalam waktu 4 minggu.

Seorang teman mengundang saya bergabung lewat Gmail pada 8 Juli 2011. Yah, sementara ini kita masih butuh seorang pengguna untuk mengundang kita masuk. Nama besar Google menjadi daya tarik utama saya menyambut undangan. Selama ini saya menggunakan facebook dan twitter guna memperluas jangkauan pembaca blog. Saya berpikir apa salahnya mencoba satu lagi ‘platform berbagi’ ?

Kenyataannya lebih dari itu. Setelah bereksperimen selama 1 minggu, Google+ justru membuat saya berpikir hendak meninggalkan facebook. Bukan soal mudah membagi waktu diantara menulis, promosi blog dan pekerjaan harian dengan merawat 3 akun social network sekaligus.

Sedikitnya ada 3 alasan dibalik pemikiran tersebut;

1.     Google+ Memahami Manusia

Manusia secara alami mengklasifikasikan setiap orang kedalam ketegori berbeda. Cara kita berkomunikasi dengan suami/istri berbeda dengan kenalan biasa. Topik pembicaraan kita dengan sesama blogger berbeda dengan teman kampus kita. Saya mencermati Google+ bekerja dengan tesis seperti itu.

Google+ menyediakan fitur bernama circles (lingkaran). Sebuah metode berbagi yang sepintas saya pikir merupakan antitesis dari platform berbagi facebook. Fitur Lingkaran pula yang menegaskan differensiasi Google+ vs facebook.

Kita berbagi konten (status, link, foto dan video) di facebook kepada semua orang dalam friendlist Memang ada opsi guna menyembunyikannya dari nama-nama tertentu. Tapi merepotkan. Facebook seolah menganggap semua orang dalam friendlist sebagai ’teman’ belaka. Entah dia saudara, kekasih, teman sekolah atau entah-siapa-dia yang sekedar kita konfirmasi tawaran pertemanannya.

Semua ’teman’ kita di facebook punya akses melihat dan mengomentari postingan. Dan sebaliknya, semuanya juga leluasa menandai nama kita pada setiap konten yang mereka bagikan. Saya terkadang kesal juga dengan teman yang memperlakukan dinding saya tak ubahnya Roxy.

Saya menyukai Google+ karena Google+ menghalangi siapa saja menempel sesuatu pada dinding profil. Sebuah foto, misalnya, hanya akan ditandai dengan nama saya bila saya sudah menyetujuinya terlebih dahulu.

Fitur Lingkaran Google+ juga memungkinkan saya berbagi dan berinteraksi dengan setiap orang secara berbeda. Setiap konten (teks, foto, link dan video) yang saya bagi ke dalam aliran hanya akan terlihat oleh orang-orang dalam lingkaran yang saya pilih. Ada opsi centang kepada lingkaran yang mana konten hendak saya bagikan sebelum menekan tombol berbagi.

Hanya satu yang perlu saya kerjakan, yaitu membuat lingkaran dan memasukkan nama-nama kedalamnya. Saya bisa mengelompokkan orang-orang kedalam lingkaran berdasarkan pola hubungan saya dengan mereka. Contohnya, saya memasukkan kawan sesama blogger kedalam lingkaran bernama Blogger.

Memang setiap orang yang saya lingkari juga bebas berbagi dengan saya. Namun saya punya opsi melihat aliran streaming hanya dari lingkaran yang ingin saya lihat. Opsi ini memudahkan pengguna yang memiliki waktu terbatas. Mungkin kita hanya ingin melihat up date terbaru dari lingkaran tertentu, tanpa perlu menggulir kursor jauh ke bawah.

Kita adalah manusia. Kita ingin berbagi dengan orang-orang didunia maya sama dengan cara kita di kehidupan nyata. Sekarang ini, Google+ adalah platform berbagi yang paling memahami keinginan itu

2.     Personal Branding

Tampilan halaman Profil pada Google+ sangat personal. Post kita hanya berisi konten (teks. Link, foto & video) yang pernah kita bagikan kedalam aliran (arsip). Tidak ada postingan orang lain, apalagi promo produk elektronik yang kerap ditemui di facebook.

Ada kategori Ihwal (about) pada Halaman Profil. Laman ini sangat prospektif menurut saya buat membangun personal brand. Pengguna bisa menuliskan tag line tepat dibawah nama. Saya melihat salah seorang pengguna cukup efektif mendeskripsikan ‘mereknya’ dalam tag line; Blonde, Smart, Blogger, freelance web designer.  Hanya dalam sekali tatap saya lansung bisa mengidentifikasi ‘merek pribadi’ yang bersangkutan.

Dibawah tagline tersedia kolom yang bisa dipergunakan memajang 5 buah foto secara berderet. Ada seorang penulis dengan tepat memanfaatkan kolom itu untuk memajang 5 sampul buku yang pernah dia terbitkan, tepat dibawah taglinennya; Writer & Editor.

Yang paling menarik adalah kolom pendahuluan dibawah kolom foto. Kolom ini mirip fitur Note pada facebook dengan opsi; huruf tebal, miring, bullets list dan tautan/link (anchor text).

Kolom pendahuluan membantu mendeskripsikan ‘personal brand’ pengguna. Kita bisa mengurai riwayat otoritas kita dalam satu bidang/topik tertentu memakai bullets list.  Kita bisa mendeskripsikan topik blog-blog yang kita kelola; Pengalaman kerja; Award yang pernah diperoleh; Mempromosikan produk seperti ebook, buku cetak, plugin, theme, layanan pembuatan website, kursus blogging, konsultasi, dsb., serta alamat kontak kita secara lengkap.

Bayangkan, dengan opsi memasang tautan/link itu kita bisa mengarahkan pembaca lansung menuju landing page produk yang kita tawarkan ?

3.     Seperti ‘Ngeblog’

Pada hari ke-3 menggunakan Google+, saya iseng-iseng ingin mengetahui berapa maksimal jumlah kata yang bisa diposting. Saya copy paste beberapa artikel acak sekitar 1.470 kata, lalu menekan tombol berbagi. Ternyata bisa (Pembaca punya opsi membentangkan atau menciutkan postingan). Seolah kita menulis di blog ?

Pengguna bisa memasang tanda; * sebelum dan sesudah kata/kalimat (tanpa spasi) yang ingin kita tebalkan, tanda; _ untuk kata/kalimat miring, dan tanda: - untuk mencoret kata/kalimat

Saya berpikir kelak ketika menerbitkan buku atau eBook, akan memanfaatkannya buat menulis testimoni atau salinan copy. Cara itu cukup efektif saya kira, ketimbang hanya memasang link menuju landing page. Konsumen bisa bertanya lansung mengenai buku/ebook dan kita pun bisa memperoleh umpan balik secara real time.

Google+ baru diluncurkan 28 Juni 2011. Terus terang analisa diatas masih prematur. Kita belum tahu apakah tampilan dan fitur Google+ sekarang bersifat permanen? Tapi tak ada salahnya kita bergerak cepat, bukan ? Saya kira memiliki satu lagi akun social network bukan menambah kerepotan bila manfaatnya ternyata jauh lebih besar. Jadi, tunggu apa lagi ?

———————————————————————————————————————————————-

Daeng Anto. Blogger kapan waktu di www.indonovel.com. Sekarang bermukim di Makassar. Anda dapat terhubung dengannya melalui Google+ & Twitter.


Link to full article

Happy Fasting!

It's that time of the Muslim calendar again and it's time to wish you all who celebrate a fruitful, peaceful and meaningful Ramadan. Happy fasting!

And oh...do get a pair of these Up Ramadhan 1432H Special Edition wedges...super lovely and it will only be available this month...the name is Tree! :)

Photobucket
Photobucket

Link to full article

Mengisi Kegiatan Anak Di Bulan Ramadhan

Di sore hari, saat menunggu waktu berbuka dan ketika anak-anak sudah memasuki libur lebaran biasanya menjadi saat yang rawan bagi seorang anak untuk mempertahankan puasanya. Kegiatan saat jam sekolah membuat mereka tetap sibuk sehingga pikiran-pikiran yang mengganggu puasa dapat dihilangkan. … Continue reading
Link to full article

The Smurfs

Euphoria Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2, gua lewatkan begitu saja…

Euphoria Captain America: The First Avenger pun gua lewatkan begitu saja…

Euphoria The Smurfs… Nah kalo yang ini gak mungkin gua lewatkan dong! :D

Lagian sebenernya gak ada euphoria nya kali ya. Hahaha. Euphoria nya cuma antara gua dan Andrew doang yang udah excited banget nungguin The Smurfs ini. Kita bahkan udah merencanakan akan sama-sama pake baju Smurf dong pas nonton! Hihihihi.

Sebenernya kalo si Andrew sih ikutan euphoria nya karena hasil doktrinasi gua kali ya. Sementara kalo gua emang suka banget ama si makhluk biru lucu ini sejak dahulu kala. Bahkan sebelum gua kenal sama Marvin. Btw, entah kenapa ya kok karakter yang gua suka selalu bentuknya makhluk-makhluk aneh ya… Ya kayak Marvin dan Smurf ini, kan dua-duanya makhluk aneh. Hehehe.

Pertama kali yang ngenalin gua ke Smurf tuh nyokap gua. Pas gua ulang tahun (gua lupa pas umur berapa, tapi masih SD), nyokap gua bikinin gua kue ulang tahun (nyokap gua emang jago bikin kue dan terima pesenan kue) pake topper boneka-boneka Smurf. Sejak itu gua jadi demen ama Smurf. Gua jadi suka ikutan kalo nyokap gua ke toko bahan kue, buat minta dibeliin Smurf! Huahaha. Trus tentu gua juga suka baca komik nya.

Walaupun dulu udah pernah gua pajang di blog, ini gua pajang lagi koleksi mainan Smurf gua. :D

Lucu-lucu ya… :D

Nah makanya pas begitu tau bakal ada film The Smurfs ini yang mana bukan lah film kartun… wuiii gua langsung mupeng berat dong!! Jadi, walaupun review nya pada bilang gak bagus, gua tetep bersemangat empat lima, dan enam tujuh delapan sembilan sepuluh, pergi nonton hari Sabtu kemaren.

Pasukan nonton kali ini adalah gua, Andrew, dan mertua gua. Kita mau nonton yang jam 1.45. Sengaja dateng pagian jam 12 karena mau makan dulu di Mal. Pas beli tiket, penjaga nya udah bilang kalo The Smurfs yang 1.45 penuh. Walah… kok ternyata udah penuh sih, padahal kan masih lama gitu jam nya… Padahal gua kirain bakalan gak ada yang mau nonton… Ternyata bukan gua ama Andrew doang yang ber-euphoria ya… Hahaha.

Beneran dong… Pas gua dikasih liat layar buat milih tempat duduk, tinggal 3 baris paling depan aja gitu. Yang lain udah penuh… Cuma ada beberapa tempat buat 1 orang doang. Hiks. Pas lagi masih bengong di depan layar buat milih tempat duduk sambil meratapi nasib masa kudu batal nonton… eh ternyata emang orang ganteng disayang Tuhan… tiba-tiba aja di barisan paling belakang ada 4 kursi yang tadinya udah merah (kalo merah artinya udah dibeli orang) tiba-tiba jadi ijo! Aneh gak tuh… Padahal loketnya cuma buka 1 lho, jadi gak ada orang lain yang lagi beli (kecuali kalo orang-orang yang beli langsung dari mesin, bukan lewat loket yang ada penjaganya). Jadi gua gak tau dah apa ada yang cancel atau gimana. Penjaga nya juga heran kok tiba-tiba ada yang available. Hihihihi. Yah yang penting kita jadi nonton dong!! Yihaaaa… :D

Trus setelah itu karena masih lama ya kita tinggal dulu untuk makan, trus jalan-jalan, dan poto-poto setiap ketemu gambar poster film nya The Smurfs. Hihihi. Norak abis ya… :P

Ok… ok… sekarang cerita tentang film nya ya. Entah kenapa gua kalo mau nge-review film kok kata pembukanya selalu kepanjangan ya. Hahaha.

Film nya dibuka dengan ngeliatin kehidupan para Smurfs di desa Smurf. Ae mateeeee… Bagaikan mimpi jadi kenyataan. Tau gak sih, dulu pas gua kecil ya, suka banget ngebayangin gua punya pintu yang kalo dibuka tuh gua bisa ke desa Smurf! Dan desa Smurf nya di film ini tuh bener-bener nyata banget… Asli keren banget!!! Bikin special effect nya keren sekali. Smurfs nya keliatan kayak beneran dah. Trus tentu dengan rumah-rumah jamur nya.  Lucuuuu abis! Gua gak tau itu rumah jamur nya cuma special effect bikinan komputer atau dibikin beneran ya. Kalo dibikin beneran, pengen banget gua bisa ngeliat langsung ke setting film ini. Asli keren banget!

Bikin Smurfs nya juga mantep abis. Bener-bener kayak keliatan nyata. Trus ekspresinya juga dapet banget. Gerakannya juga. Bagus dah… Bahkan sebenernya gua lebih berharap kalo seluruh film nya di desa Smurfs aja. Pasti keren abis. Hehehe.

Nah ceritanya mereka lagi mau merayakan blue moon. Eh gara-gara si Clumsy Smurf (Smurf Ceroboh), si Gargamel (penyihir jahat yang pengen nangkep Smurf untuk diambil essence nya buat bikin ramuan yang bisa menjadikan dia jadi penyihir paling powerful di dunia) jadi bisa nemuin desa Smurf ini.  Btw, yang main jadi Gargamel  (Hank Azaria) juga bagus tuh. Mirip banget ama di komik. :D

Jadilah semua Smurfs pada berlarian ke hutan untuk ngumpet. Eh lagi-lagi si Clumsy bikin masalah. Gara-gara kecerobohannya, dia salah baca papan jalan, dan dia lari ke arah yang salah. Pas ada Papa Smurf, Smurfette (Smurfin), Brainy Smurf (Smurf Kacamata), Gutsy Smurf (Smurf Pemberani), dan Grouchy Smurf (Smurf Pemarah bukan ya di komik bahasa Indo nya? Gua rada lupa yang ini) ngeliat. Jadilah mereka ngejar si Clumsy.

Ternyata si Clumsy lari ke arah sebuah gua yang mana di dalemnya ada air terjun. Dan kalo pas lagi blue moon, air terjun ini membuka jalan ke dunia manusia. Berhubung mereka semua kepepet karena si Gargamel dan kucingnya (Azrael) juga ngikut masuk gua itu, terpaksalah ke-6 Smurfs ini masuk ke air terjun itu dan terdampar di Central Park, New York.

Tapi bukan berarti trus mereka udah aman. Karena si Gargamel dan kucingnya juga ikutan masuk!

Karena takut ditangkep Gargamel, secara gak sengaja para Smurfs ini ngumpet sampe akhirnya nyampe di apartemennya Patrick (Neil Patrick Harris).

Dan disitulah petualangan ke-6 Smurfs ini dimulai. Gimana mereka harus nyari cara untuk bisa pulang lagi ke desa mereka. Apalagi pas terakhirnya si Papa Smurf malah ketangkep ama Gargamel. Jadi mereka juga harus menyelamatkan Papa Smurf.

Trus juga gimana tentang si Clumsy yang merasa gak pernah berguna. Selalu gara-gara kecerobohan dia malah bikin semuanya jadi berantakan. Kasian deh si Clumsy ini, padahal dia gak pernah bermaksud jahat kan.

Selain itu, si Patrick sendiri juga lagi ada konflik batin. Istrinya si Patrick, Grace, lagi hamil. Si Patrick sendiri baru dipromosi  jadi VP Marketing. Jadi Patrick sendiri masih ada konflik batin apakah dia sebenernya siap jadi ayah. Dia kadang merasa kalo belum siap ada anak yang mungkin bakal bikin karir dia jadi kacau.

Gua gak ngasih spoiler lah ya. Silakan ditonton sendiri aja. Buat yang di Indo sabar-sabar ya, gua rasa pasti akan masuk ke Indo… :D

Menurut gua… film ini cukup bagus lho! Tadinya gua udah expect bakal jelek karena ngebaca review nya yang jelek semua. Emang sih adegan-adegan ‘lucu’ nya gak lucu-lucu amat. Tapi secara keseluruhan ceritanya bagus juga. Cukup mengharukan. Dan special effect nya perlu diacungi semua jempol dah!

Gua sih suka banget ama film ini. Dan kayaknya semua yang nonton kemaren ini juga suka tuh. Soalnya pas film nya abis pada tepuk tangan tuh. :D Si Andrew aja pas nonton sampe gak senderan saking excited nya, dan mukanya sambil tersenyum gitu. Sampe tadinya gua pengen fotoin tuh ekspresinya… Abis kayaknya dia kok seneng banget nontonnya. Hahaha. Cuma pas belakang pas bagian berantem-beranteman karena mau nyelametin Papa Smurf aja tuh si Andrew gak suka. Si Andrew ini emang tiap ada adegan berantem, pasti langsung gak suka. Aneh deh… Padahal kan seru ya… Hehehe. Btw, ini lah alesan kenapa gua terpaksa melewatkan euphoria Harry Potter dan Captain America begitu saja. Karena si Andrew gak mau gua ajak nonton Harry Potter dan Captain America! Karena dia bilang ada berantem-berantemnya! Huhuhuhu. Nih anak cinta damai banget dah. Hahaha.

Gua kasih nilai 8 deh buat film The Smurfs ini! Terutama buat para penggemar Smurf, wajib tonton deh film ini! :D

Buat yang bikin film The Smurfs (siapapun dirimu itu, moga-moga bisa berbahasa Indo ya jadi bisa baca permintaan gua ini… hehe), bikin lagi dong film Smurf nya… Tapi kali ini ceritanya ber-setting di desa Smurf aja… Jangan ke dunia manusia. Pasti lebih ciamik dah… (Halah… ciamik… Huahaha). :D

PS. Pulang nonton langsung ke Mc Donald’s dong buat beli kids meal berhadiah mainan Smurf buat si Andrew. Si Andrew nih dulu pas kita pulang Jakarta udah gua tawarin lho, mau mainan-mainan Smurf gua gak. Dan waktu itu ditolak ama dia. Sekarang dia malah jadi demen. Gua tanya lagi tuh, kenapa dulu gua tawarin kok gak mau, sekarang dia malah minta dibeliin… Dia bilang dulu kan dia belum tau. Hahaha. Ada-ada aja… :P Untung murah nih mainannya di Mc Donald’s. Paketnya isi burger, French fries dan apple juice, udah termasuk 1 mainan Smurf, trus gua nambah beli 1 lagi Smurf nya, total cuma $5. Murah ya… :D Perasaan dulu gua beli-beli Smurf mahal-mahal deh… Hehehe.

Trus Mc Donald’s niat banget dah, di atap nya dipasangin Smurf gede banget. Liat deh, lucu banget… :D

PS lagi. Selamat menunaikan ibadah puasa ya buat temen-temen yang Muslim. Mohon maaf lahir batin ya!

PS tambahan. Ternyata The Smurfs menduduki nomor 1 Box Office lho… Seri ama Cowboy vs. Aliens (dari judulnya aja film ini pasti aneh banget ya… :P ).



Link to full article

The Smurfs

Euphoria Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2, gua lewatkan begitu saja…

Euphoria Captain America: The First Avenger pun gua lewatkan begitu saja…

Euphoria The Smurfs… Nah kalo yang ini gak mungkin gua lewatkan dong! :D

Lagian sebenernya gak ada euphoria nya kali ya. Hahaha. Euphoria nya cuma antara gua dan Andrew doang yang udah excited banget nungguin The Smurfs ini. Kita bahkan udah merencanakan akan sama-sama pake baju Smurf dong pas nonton! Hihihihi.

Sebenernya kalo si Andrew sih ikutan euphoria nya karena hasil doktrinasi gua kali ya. Sementara kalo gua emang suka banget ama si makhluk biru lucu ini sejak dahulu kala. Bahkan sebelum gua kenal sama Marvin. Btw, entah kenapa ya kok karakter yang gua suka selalu bentuknya makhluk-makhluk aneh ya… Ya kayak Marvin dan Smurf ini, kan dua-duanya makhluk aneh. Hehehe.

Pertama kali yang ngenalin gua ke Smurf tuh nyokap gua. Pas gua ulang tahun (gua lupa pas umur berapa, tapi masih SD), nyokap gua bikinin gua kue ulang tahun (nyokap gua emang jago bikin kue dan terima pesenan kue) pake topper boneka-boneka Smurf. Sejak itu gua jadi demen ama Smurf. Gua jadi suka ikutan kalo nyokap gua ke toko bahan kue, buat minta dibeliin Smurf! Huahaha. Trus tentu gua juga suka baca komik nya.

Walaupun dulu udah pernah gua pajang di blog, ini gua pajang lagi koleksi mainan Smurf gua. :D

Lucu-lucu ya… :D

Nah makanya pas begitu tau bakal ada film The Smurfs ini yang mana bukan lah film kartun… wuiii gua langsung mupeng berat dong!! Jadi, walaupun review nya pada bilang gak bagus, gua tetep bersemangat empat lima, dan enam tujuh delapan sembilan sepuluh, pergi nonton hari Sabtu kemaren.

Pasukan nonton kali ini adalah gua, Andrew, dan mertua gua. Kita mau nonton yang jam 1.45. Sengaja dateng pagian jam 12 karena mau makan dulu di Mal. Pas beli tiket, penjaga nya udah bilang kalo The Smurfs yang 1.45 penuh. Walah… kok ternyata udah penuh sih, padahal kan masih lama gitu jam nya… Padahal gua kirain bakalan gak ada yang mau nonton… Ternyata bukan gua ama Andrew doang yang ber-euphoria ya… Hahaha.

Beneran dong… Pas gua dikasih liat layar buat milih tempat duduk, tinggal 3 baris paling depan aja gitu. Yang lain udah penuh… Cuma ada beberapa tempat buat 1 orang doang. Hiks. Pas lagi masih bengong di depan layar buat milih tempat duduk sambil meratapi nasib masa kudu batal nonton… eh ternyata emang orang ganteng disayang Tuhan… tiba-tiba aja di barisan paling belakang ada 4 kursi yang tadinya udah merah (kalo merah artinya udah dibeli orang) tiba-tiba jadi ijo! Aneh gak tuh… Padahal loketnya cuma buka 1 lho, jadi gak ada orang lain yang lagi beli (kecuali kalo orang-orang yang beli langsung dari mesin, bukan lewat loket yang ada penjaganya). Jadi gua gak tau dah apa ada yang cancel atau gimana. Penjaga nya juga heran kok tiba-tiba ada yang available. Hihihihi. Yah yang penting kita jadi nonton dong!! Yihaaaa… :D

Trus setelah itu karena masih lama ya kita tinggal dulu untuk makan, trus jalan-jalan, dan poto-poto setiap ketemu gambar poster film nya The Smurfs. Hihihi. Norak abis ya… :P

Ok… ok… sekarang cerita tentang film nya ya. Entah kenapa gua kalo mau nge-review film kok kata pembukanya selalu kepanjangan ya. Hahaha.

Film nya dibuka dengan ngeliatin kehidupan para Smurfs di desa Smurf. Ae mateeeee… Bagaikan mimpi jadi kenyataan. Tau gak sih, dulu pas gua kecil ya, suka banget ngebayangin gua punya pintu yang kalo dibuka tuh gua bisa ke desa Smurf! Dan desa Smurf nya di film ini tuh bener-bener nyata banget… Asli keren banget!!! Bikin special effect nya keren sekali. Smurfs nya keliatan kayak beneran dah. Trus tentu dengan rumah-rumah jamur nya.  Lucuuuu abis! Gua gak tau itu rumah jamur nya cuma special effect bikinan komputer atau dibikin beneran ya. Kalo dibikin beneran, pengen banget gua bisa ngeliat langsung ke setting film ini. Asli keren banget!

Bikin Smurfs nya juga mantep abis. Bener-bener kayak keliatan nyata. Trus ekspresinya juga dapet banget. Gerakannya juga. Bagus dah… Bahkan sebenernya gua lebih berharap kalo seluruh film nya di desa Smurfs aja. Pasti keren abis. Hehehe.

Nah ceritanya mereka lagi mau merayakan blue moon. Eh gara-gara si Clumsy Smurf (Smurf Ceroboh), si Gargamel (penyihir jahat yang pengen nangkep Smurf untuk diambil essence nya buat bikin ramuan yang bisa menjadikan dia jadi penyihir paling powerful di dunia) jadi bisa nemuin desa Smurf ini.  Btw, yang main jadi Gargamel  (Hank Azaria) juga bagus tuh. Mirip banget ama di komik. :D

Jadilah semua Smurfs pada berlarian ke hutan untuk ngumpet. Eh lagi-lagi si Clumsy bikin masalah. Gara-gara kecerobohannya, dia salah baca papan jalan, dan dia lari ke arah yang salah. Pas ada Papa Smurf, Smurfette (Smurfin), Brainy Smurf (Smurf Kacamata), Gutsy Smurf (Smurf Pemberani), dan Grouchy Smurf (Smurf Pemarah bukan ya di komik bahasa Indo nya? Gua rada lupa yang ini) ngeliat. Jadilah mereka ngejar si Clumsy.

Ternyata si Clumsy lari ke arah sebuah gua yang mana di dalemnya ada air terjun. Dan kalo pas lagi blue moon, air terjun ini membuka jalan ke dunia manusia. Berhubung mereka semua kepepet karena si Gargamel dan kucingnya (Azrael) juga ngikut masuk gua itu, terpaksalah ke-6 Smurfs ini masuk ke air terjun itu dan terdampar di Central Park, New York.

Tapi bukan berarti trus mereka udah aman. Karena si Gargamel dan kucingnya juga ikutan masuk!

Karena takut ditangkep Gargamel, secara gak sengaja para Smurfs ini ngumpet sampe akhirnya nyampe di apartemennya Patrick (Neil Patrick Harris).

Dan disitulah petualangan ke-6 Smurfs ini dimulai. Gimana mereka harus nyari cara untuk bisa pulang lagi ke desa mereka. Apalagi pas terakhirnya si Papa Smurf malah ketangkep ama Gargamel. Jadi mereka juga harus menyelamatkan Papa Smurf.

Trus juga gimana tentang si Clumsy yang merasa gak pernah berguna. Selalu gara-gara kecerobohan dia malah bikin semuanya jadi berantakan. Kasian deh si Clumsy ini, padahal dia gak pernah bermaksud jahat kan.

Selain itu, si Patrick sendiri juga lagi ada konflik batin. Istrinya si Patrick, Grace, lagi hamil. Si Patrick sendiri baru dipromosi  jadi VP Marketing. Jadi Patrick sendiri masih ada konflik batin apakah dia sebenernya siap jadi ayah. Dia kadang merasa kalo belum siap ada anak yang mungkin bakal bikin karir dia jadi kacau.

Gua gak ngasih spoiler lah ya. Silakan ditonton sendiri aja. Buat yang di Indo sabar-sabar ya, gua rasa pasti akan masuk ke Indo… :D

Menurut gua… film ini cukup bagus lho! Tadinya gua udah expect bakal jelek karena ngebaca review nya yang jelek semua. Emang sih adegan-adegan ‘lucu’ nya gak lucu-lucu amat. Tapi secara keseluruhan ceritanya bagus juga. Cukup mengharukan. Dan special effect nya perlu diacungi semua jempol dah!

Gua sih suka banget ama film ini. Dan kayaknya semua yang nonton kemaren ini juga suka tuh. Soalnya pas film nya abis pada tepuk tangan tuh. :D Si Andrew aja pas nonton sampe gak senderan saking excited nya, dan mukanya sambil tersenyum gitu. Sampe tadinya gua pengen fotoin tuh ekspresinya… Abis kayaknya dia kok seneng banget nontonnya. Hahaha. Cuma pas belakang pas bagian berantem-beranteman karena mau nyelametin Papa Smurf aja tuh si Andrew gak suka. Si Andrew ini emang tiap ada adegan berantem, pasti langsung gak suka. Aneh deh… Padahal kan seru ya… Hehehe. Btw, ini lah alesan kenapa gua terpaksa melewatkan euphoria Harry Potter dan Captain America begitu saja. Karena si Andrew gak mau gua ajak nonton Harry Potter dan Captain America! Karena dia bilang ada berantem-berantemnya! Huhuhuhu. Nih anak cinta damai banget dah. Hahaha.

Gua kasih nilai 8 deh buat film The Smurfs ini! Terutama buat para penggemar Smurf, wajib tonton deh film ini! :D

Buat yang bikin film The Smurfs (siapapun dirimu itu, moga-moga bisa berbahasa Indo ya jadi bisa baca permintaan gua ini… hehe), bikin lagi dong film Smurf nya… Tapi kali ini ceritanya ber-setting di desa Smurf aja… Jangan ke dunia manusia. Pasti lebih ciamik dah… (Halah… ciamik… Huahaha). :D

PS. Pulang nonton langsung ke Mc Donald’s dong buat beli kids meal berhadiah mainan Smurf buat si Andrew. Si Andrew nih dulu pas kita pulang Jakarta udah gua tawarin lho, mau mainan-mainan Smurf gua gak. Dan waktu itu ditolak ama dia. Sekarang dia malah jadi demen. Gua tanya lagi tuh, kenapa dulu gua tawarin kok gak mau, sekarang dia malah minta dibeliin… Dia bilang dulu kan dia belum tau. Hahaha. Ada-ada aja… :P Untung murah nih mainannya di Mc Donald’s. Paketnya isi burger, French fries dan apple juice, udah termasuk 1 mainan Smurf, trus gua nambah beli 1 lagi Smurf nya, total cuma $5. Murah ya… :D Perasaan dulu gua beli-beli Smurf mahal-mahal deh… Hehehe.

Trus Mc Donald’s niat banget dah, di atap nya dipasangin Smurf gede banget. Liat deh, lucu banget… :D

PS lagi. Selamat menunaikan ibadah puasa ya buat temen-temen yang Muslim. Mohon maaf lahir batin ya!

PS tambahan. Ternyata The Smurfs menduduki nomor 1 Box Office lho… Seri ama Cowboy vs. Aliens (dari judulnya aja film ini pasti aneh banget ya… :P).


Link to full article

Spam Gara-Gara Pakai Software Tidak Original

Baru-baru ini saya terlibat dalam diskusi terkait dengan email spam, yaitu email yang tidak kita kehendaki (unsolicited email) dan biasanya berisi iklan. Pasti Anda sudah pernah mendapatkan email spam kan? Menyebalkan sekali.

Permasalahan dengan spam adalah dia menghabiskan jalur internet kita dan juga menghabiskan waktu (dan atensi) kita. Pagi-pagi buka email, banyak spam. Delete-delete spam, eh … sudah siang lagi. Yang lebih berbahaya adalah email spam sering disusupi dengan malware, malicious software.

Malware bisa berbentuk virus dan trojan horse. Jika trojan horse sudah terpasang di komputer kita, maka komputer kita bisa dikendalikan dari jarak jauh (istilahnya adalah zombie). Setelah jadi zombie, dia bisa digunakan untuk menyerang komputer lain dan juga bisa digunakan untuk mengirimkan email spam lagi. Ini menjadi sebuah siklus yang memperkuat jumlah email spam. Sementara kita tidak sadar bahwa komputer kita menjadi bagian dari kejahatan.

Salah satu penyebab rentannya keamanan komputer ternyata adalah pengguna tidak memperbaharui (update) sistem operasinya. Secara berkala ditemukan kelemahan pada sistem operasi dan ada obatnya dalam bentuk service pack atau patch. Update akan memasang service pack atau patch ini. Update ini dapat dilakukan secara otomatis melalui internet. Hanya saja update ini hanya bisa dilakukan oleh produk yang 100% original. Tentu saja. Bagi yang tidak menggunakan produk 100% original, terpaksa sistemnya tetap berada dalam kondisi yang rentan (dan tetap menjadi sumber meluncurkan spam). Ini menjadi masalah besar yang kemudian menjadi masalah bagi orang lain juga. Untuk itu, gunakan produk yang 100% original.


Filed under: Curhat Tagged: 100% original, IT, postaday2011, Teknologi Informasi
Link to full article

KOPDAR TAMBAHAN

.

Senin, 1 Agustus 2011
Ada pesan masuk di inbox saya … kurang lebih berbunyi … ” Mas hari ini ada di kantor nggak … Aku mau pertemukan dgn seseorang … sebentar saja 5 menit deh” …

Pesan ini datangnya dari Imelda … sahabat blog kita semua yang sedang liburan musim panas di Indonesia …

Mereka … Imelda dan si mistery guest itu kebetulan sedang kopdar sambil mengantar anak-anak bermain di sebuah gerai wahana permainan anak-anak terkenal di sebuah mall.  And Yes indeed mall itu letaknya dempet dengan kantor saya.  Jadi saya tinggal turun saja kalau ingin bertemu dengan mereka.

Kebetulan siang ini saya tidak ada acara apa-apa.  Maka jadilah siang itu saya turun ke bawah menemui mereka … Menunggu sebentar disana … dan bertemulah saya dengan Imelda dan sang Mistery guest …

Waaahhh …
Langsung “ngamper” … rame sodara-sodara … walaupun cuma bertiga …
Rupanya Imelda juga merahasiakan jati diri saya didepan sang mistery guest …
Tapi hebatnya kita sama-sama bisa menebak … 

Dia bisa cepat menebak saya … karena … blogger yang berkantor di dekat situ ya cuma saya … 

Sementara saya … sempat sedikit berfikir-fikir  … Siapa Mistery Guest ini … ???
Tak pernah pakai Foto di Blog … maka yang terlintas di benak saya adalah … Bu ChocoVanilla dan Nique …

Setelah saya lihat langsung di TKP … Ahhaaa dia pakai jilbab … bu Choco yang saya tau tidak pakai jilbab … Maka tidak salah lagi … dia adalah Nique … alias NICAMPERENIQUE …

Dan memang … bentuk aslinya dibanding tulisan di blognya … tidak jauh berbeda …
“ngoceh panjang lebar sodara-sodara …”   … hahaha

SO … Nique …
Thanks for the standing chit chat ya Nik …
Thank juga untuk Imelda yang memfasilitasi pertemuan singkat ini …

Walaupun singkat …  cuma 30 menit … tetapi saya senang …
Saya senang bisa bertemu dengan Nike secara langsung …

Sang Pemilik Nicamperenique yang selalu saya pujikan design layout blognya yang keren … (itu gambar-gambar kalo diklik bisa muncul postingan bouw … canggih punya )(Trainer takjub !!!)

(Tambah satu nama lagi dalam daftar … “I’VE MET” ku …)

Salam saya


Link to full article